MAKALAH
Seminar Manajemen Sumber Daya Manusia
Pengertian Pengadaan, Analisis Pekerjaan
Dan Uraian Pekerjaan
Di
ajukan untuk memenuhi tugas matakuliah Seminar SDM
Disusun
oleh
Kelompok 3
NAMA : Denny Wijaya.T
: Dita Anggreni
: Saptia Apriati
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SATYAGAMA
JAKARTA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Dalam
suatu perusahaan MSDM mempunyai peranan yang sangat penting bagi perusahaan itu
sendiri, dengan adanya pengelolaan MSDM
yang baik maka struktur organisasi dalam perusahaan itu akan dengan mudah untuk
mencapai tujuan bersama dalam perusahaan yaitu hasil kerja yang maksimal.
Untuk
mencapai tujuan perusahaan dengan optimal sangatlah tidaklah mudah, untuk itu
di perlukannya pengelolaan dan bagan- bagan organisasi yang terperinci dengan
jelas, sehingga adanya pembagian pekerjaan dapat terbagi sesuai dengan keahlian
dari masing- masing karyawan. Dengan adanya pembagian kerja yang tepat maka
dengan mudah akan terjalinya kerjasama yang baik dari masing masing bagian
organisasi kerja sehingga akan menemukan titik pencapaian dari perusahaan.
Pengadaan
karyawan sangat di perlukan oleh perusahaan, yang menjadi masalah adalah
mencari SDM yang berkwalitas dan multi fungsi, sehingga perusahaan harus
membuat persyaratan-persyaratan untuk mencari atau menerima karyawan yang di
butuhkan sesuai dengan kriteria pekerjaan yang akan di tempatkan nanti. Dalam
pengadaan karyawan ini perusahaan atau bagian personalia harus benar- benar
jeli dan teliti dalam menyeleksi calon karyawan tersebut mempunyai kriteria dan kemampuan yang di
butuhkan perusahaan atau tidak.
Sebelum
membuka lowongan kerja atau pengadaan karyawan baru, sebelumnya perusahaan
harus menganalisis pekerjaan yang di perlukan karyawan tambahan terlebih dahulu
dan melihat dengan jelas spesifikasi pekerjaannya seperti apa dan uraian
pekerjaannya seperti apa barulah perusahaan atau bagian personalia membuka
penerimaan atau penyeleksian calon pekerja baru.
B. Rumusan
Masalah
Dalam
pembahasan ini kita telah merumuskan masalah-masalah yang akan di bahas dalam
makalah ini . Adapun rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Pengertian
Pengadaan
2.
Pengertian
Analisis Pekerjaan
3.
Pengertian
Uraian Pekerjaan
C.Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan atau
pengetahuan tambahan bagi mahasiswa dan mahasiswi tentang pentingnya pengadaan,
analisis pekerjaan dan uraian pekerjaan, karena hal tersebut mempunyai peranan yang penting dalam
suatu dunia usaha terutama dalam perusahaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengadaan
1.
Pentingnya
Pengadaan
Pengadaan (
procurement ) merupakan fungsi operasional yang utama dari MSDM. Pengadaan
tenaga kerja ini merupakan masalah yang penting, sulit, & kompleks, karena
untuk mendapatkan dan menempatkan orang-orang yang kompeten, serasi serta efektif
tidaklah semudah membeli & menempatkan mesin.
Tenaga kerja
adalah asset utama perusahaan yang menjadi perencana dan juga pelaku aktif dari
setiap aktivitas dalam organisasi. Mereka mempunyai pikiran, perasaan,
keinginan, status dan latar belakang pendidikan, usia, jenis kelamin yang
heterogen dalam organisasi perusahaan, bukan seperti mesin, uang, &
material yang sifatnya pasif dan dapat dikuasai serta diatur sepenuhnya guna
mendukung tercapainya tujuan perusahaan.
Tenaga kerja
yang cakap, mampu, dan trampil belum menjamin produktivitas kerja yang baik
bila moral kerja & kedisplinannya rendah. Mereka baru dapat dikatakan
bermanfaat serta mendukung terwujudnya tujuan perusahaan bila mereka
berkeinginan tinggi untuk menciptakan prestasi. Dan tenaga kerja yang kurang
mampu, tidak cakap, & tidak trampil akan mengakibatkan pekerjaan tersebut
tidak dapat selesai tepat pada waktunya.
Kualitas dan
kuantitas para tenaga-kerja juga harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan
agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan juga efisien. Penempatan tenaga kerja
juga harus tepat sesuai dengan kemampuan & ketrampilan yang dimilikinya.
Sehingga gairah kerja dan kedisplinannya akan lebih baik dan efektif guna
menunjang terwujudnya tujuan organisasi/perusahaan.
Pengadaan
tenaga kerja ini haruslah didasarkan pada prinsip apa (what), barulah kemudian
disusul dengan siapa (who). Apa (what) maksudnya kita harus terlebih dahulu
menetapkan pekerjaan-pekerjaannya berdasarkan uraian pekerjaan (job
description). Sedangkan siapa (who) maksudnya adalah kita akan mencari
orang-orang yang tepat untuk menjabat di posisi tersebut yang didasarkan pada
spesifikasi pekerjaan (job specification).
Pengadaan
tenaga kerja yang berdasarkan pada siapa (who) yang kemudian barulah disusul
dengan apa (what) ini akan menimbulkan mismanajemen didalam menempatkannya.
Penempatan tenaga kerja yang jauh diluar batas kemampuannya akan mengakibatkan
moral kerja dan tingkat kedisiplinan yang rendah. Jadi kita harus menempatkan
seorang karyawan itu sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya serta memberikan
pekerjaan yang juga disenanginya.
Berdasarkan
uraian diatas, maka kita telah mendapatkan gambaran tentang bagaimana
pentingnya pengadaan tenaga kerja. Untuk lebih jelasnya, ada beberapa definisi
pengadaan tenaga kerja diantaranya sebagai berikut :
·
Pengadaan adalah proses penarikan,
seleksi, penempatan, orientasi, & induksi untuk mendapatkan tenaga kerja
yang secara efektif & efisien mampu mendukung tercapainya tujuan
perusahaan.
·
Pengadaan tenaga kerja merupakan
langkah utama guna mencerminkan berhasil-tidaknya suatu perusahaan dalam
mencapai tujuannya. Jika tenaga kerja yang diterima berkompeten, maka usaha
untuk mewujudkan tujuan relatif mudah. Sebaliknya bila tenaga-kerja yang
diperoleh kurang memenuhi persyaratan, maka akan sangat sulit bagi perusahaan
untuk mencapai ujuannya.
Pengadaan tenaga kerja ini harus mendapatkan perhatian
yang serius serta didasarkan kepada :
·
Analisa jabatan (job analysis),
·
Uraian pekerjaan (job description),
·
Spesifikasi pekerjaan (job specification),
·
Persyaratan pekerjaan (job requirement) dan
·
Evaluasi pekerjaan (job evaluation), bahkan perlu juga
untuk mempertimbangkan
·
Pemerkayaan pekerjaaan (job enrichment),
·
Perluasan pekerjaan (job
enlargement), dan
·
Penyederhanaan pekerjaan (job simplification).
Perekrutan
atau pengadaan calon tenaga kerja
hendaknya dilakukan dengan baik agar tenaga kerja yang diterima sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan yang akan dilakukannya dalam suatu perusahaan.
B. Analisis Pekerjaan (job analysis)
1. Pengertian
Analisis Pekerjaan
Analisis
pekerjaan terdiri dari dua kata, analisis dan pekerjaan. Analisis merupakan
aktivitas berfikir untuk menjabarkan pokok persoalan menjadi bagian, komponen,
atau unsur, serta kemungkinan keterkaitan fungsinya. Sedangkan pekerjaan adalah
sekumpulan atau sekelompok tugas dan tanggung jawab yang akan , sedang dan
telah dikerjakan oleh tenaga kerja dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian
analisis pekerjaan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas untuk mengkaji,
mempelajari, mengumpulkan, mencatat dan menganalisis ruang lingkup suatu
pekerjaaan secara sistematis dan sistemik (Sastrohadiwiryo, 2002 :127).
Analisis
pekerjaan merupakan bagian dari perencanaan sumber daya manusia. Menurut Flippo
(1994), “Anallisis pekerjaaan merupakan proses mempelajari dan mengumppulkan
informasi yang berhubungan dengan operasi dan tanggung jawab suatu pekerjaan
tertentu.” Flippo menekankan bahwasannya ada dua kegiatan utama dalam analisis
pekerjaan, yaitu mengnumpulkan informasi tentang operasi dan tanggung jawab
suatu pekerjaan dan mempelajarinya lebih mendalam.
Menurut
Dessler (2006) analisis pekerjaan merupakan prosedur yang dilalui untuk
menentukan posisi-posisi yang harus dibuatkan staffnya, dan karakteristik
orang-orang yang bekerja untuk posisi-posisi tersebut. Analisis pekerjaan
memberikman informasi yang digunakan untuk membuat deskripsi pekerjaan (daftar
tentang pekerjaan tersebut), dan spesifikasi pekerjaan (jenis orang yang harus
dipekerjakan tersebut). Oleh sebab itu, menurut Dessler, spesialis dalam sumber
daya manusia biasanya mengumpulkan beberapa informasi berikut melalui analisis
pekerjaan :
a) Aktifitas
pekerjaan
b) Perilaku
manusia
c) Mesin,
perangkat, peralatan, dan bantuan pekerjaan
d) Standar
prestasi
e) Konteks
pekerjaan
f) Persyaratan
manusia
2. Tujuan
Analisis Pekerjaan
Analisis
pekerjaan penting dilakukan sebelum diadakan perekrutan tenaga kerja. Ada
beberapa manfaat yang diperoleh dengan mengadakan analisis pekerjaan, yang juga
merupakan tujuan dilakukannya analisis jabatan. Adapun tujuan analisis pekerjaan menurut Sastro hadiwiyo yaitu :
a) Memperoleh
tenaga kerja pada posisi yang tepat
b) Memberikan
kepuasan pada diri tenaga kerja
c) Menciptakan
iklim dan kondisi kerja yang kondusif.
Sedangkan menurut
Flippo (1994), hasil dari analisis pekerjaan, seperti uraian dan spesifikasi pekerjaan akan dapat digunakan untuk
kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a) Pengabsahan
atas prosedur-prosedur pengangkatan
b) Pelatihan
c) Evaluasi
pekerjaan
d) Penilaian
prestasi
e) Pengembangan
karir
f) Organisasi
g) Perkenalan
h) Penyuluhan
i)
Hubungan perburuhan
j)
Penataan kembali
pekerjaan.
3. Metode
Analisis Pekerjaan
Menurut
Sastrohadiwiryo (2002), metode yang bisa digunakan dalam analisis pekerjaan
adalah :
a) Metode
kuesioner
Adalah
metode yang digunakan sebagai alat pengumpul data secara tertulis yang
dibagikan kepada tenaga kerja operasional atau kepala departemen , untuk
mengisi keterangan dan fakta yang diharapkan.
b) Metode
Wawancara
Adalah metode
yang dilakukan dengan tenaga kerja operasional atau dengan kepala departemen
mereka, dan dapat juga dengan kedua-duanya. Keuntungannya metode ini adalah
penyajian keterangan dan fakta dari pihak pertama, namun metode ini sangat
membutukan waktu yang cukup lama.
c) Metode
Catatan Rutin
Dalam
metode ini, tenaga kerja diperintahkan untuk mencatat hal yang dikerjakan
setiap hari secara rutin, alokasi yang dibutuhkan, saat dimulai dan saat
diakhiri tiap-tiap tugas itu dilakukan. Alokasi waktu yang lama,dan pengerjaan
yang cermat dan rutin merupakan kelemahan dari metode ini.
d) Metode
Observasi
Metode ini pada umumnya dilakukan oleh
job analyst yang sebelumya memperoleh pelatihan dan upgrading secara khusus.
4.
Langkah-Langakah
atau proses dalam analisa jabatan
Proses dalam menganalisa jabatan itu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai
berikut:
a. Menentukan
penggunaan hasil informasi analisa jabatan
artinya bahwa
penganalisis harus mengetahui secara jelas apa kegunaan hasil informasi analisa
jabatan itu. Karena hasil ini akan digunakan untuk menentukan jenis data yang
akan dikumpulkan dan teknik pengumpulan datanya. Informasi dari hasil analisa
jabatan itu dipergunakan untuk menetapkan job description, job specification,
& job evaluation dalam pengadaan tenaga kerja.
b. Mengumpulkan
informasi tentang latar belakang
artinya penganalisis harus mengumpulkan dan
mengkualifikasikan data, meninjau informasi latar belakang seperti bagan
organisasi, bagan proses dan uraian pekerjaan. Pengumpulan data ini dilakukan
dengan metode penelitian deskriptif analisis, survey, sensus dan sample.
Sedangkan teknik pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara, observasi,
kuesioner, dan juga angket. Data yang terkumpul itu dikualifikasikan,
dianalisis dan diaplikasikan di masa yang akan datang.
c. Menyeleksi
muwakil jabatan yang akan dianalisi
artinya
penganalisis harus memilih beberapa muwakil jabatan untuk dianalisis. Hal ini
perlu dilakukan untuk menghemat biaya dan waktu apabila pekerjaan yang akan
dianalisis tersebut amat banyak.
d. Mengumpulkan
informasi analisa jabata
artinya
penganalisis kemudian mengadakan analisa jabatan secara aktual dengan
menghimpun data tentang aktivitas pekerjaan, perilaku karyawan yang diperlukan,
kondisi kerja dan syarat-syarat personil yang akan melaksanakan pekerjaan itu.
e. Meninjau informasi
dengan pihak-pihak yang berkepentingan
artinya analisa jabatan menyediakan informasi tentang
hakikat dan fungsi pekerjaan. Informasi ini hendaknya diverifikasi dengan
pekerja yang akan melaksanakan pekerjaan itu serta atasan langsung dari
karyawan yang bersangkutan. Dengan memverifikasi informasi, maka akan dapat
membantu untuk menentukan kebenarannya dan melengkapinya secara faktual serta
dapat dipahami dengan mudah oleh semua pihak yang berkepentingan. Langkah
peninjauan ini juga akan dapat membantu perolehan penerimaan seseorang atas
data analisa jabatan yang telah dihimpun dengan
memberikan kesempatan bagi orang tersebut untuk memodifikasi uraian tentang
aktivitas yang dilaksanakannya.
f. Menyusun
uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan
artinya penganalisis jabatan/ pekerjaan harus menyusun
uraian pekerjaan, uraian jabatan, dan evaluasi pekerjaan.
g. Meramalkan/memperhitungkan
perkembangan perusahaan
artinya penganalisis harus juga
memperhitungkan/meramalkan perkembangan uraian pekerjaan, spesifikasi
pekerjaan, apakah di kemudian hari diperlukan pemerkayaan pekerjaan, perluasan
pekerjaan dan penyederhanaan pekerjaan dalam perusahaan tersebut. Hal ini
diperlukan guna memperhitungkan kemampuan tenaga kerja untuk masa kini dan masa
depan agar mereka dapat tetap melaksanakan pekerjaan walaupun ada pemakaian teknokrat
canggih dan reorganisasi perusahaan.
Dengan
analisa jabatan maka kita akan dapat memperoleh informasi tentang uraian
pekerjaan, uraian jabatan, spesifikasi pekerjaan, dan evaluasi pekerjaan pada
perusahaan tersebut.
Analisa jabatan selain menghasilkan job description,
job specification, & job evaluation juga berguna bagi:
1)
Perekrutan
dan Seleksi (recruitment and selection)
Analisa jabatan memberikan informasi tentang uraian
pekerjaan dan syarat-syarat manusia yang diperlukan untuk melaksanakan
pekerjaan itu. Isi dari spesifikasi dijadikan dasar seleksi untuk memutuskan
jenis orang yang perlu direkrut dan diangkat.
2)
Kompensasi (compensation)
Informasi
analisa jabatan memberikan pemahaman yang jelas tentang latar belakang
(pendidikan, usia, pengalaman, dll) orang yang akan menjabat jabatan itu,
sehingga kita dapat menentukan gajinya.
3)
Evaluasi
Jabatan
Informasi analisa jabatan memberikan pemahaman yang
jelas mengenai berat/ringannya pekerjaan, besar/kecilnya resiko yang dihadapi
pekerja, sulit/mudahnya mendapatkan orang yang sesuai. Dengan demikian kita
dapat menetapkan harga/gaji si pejabat yang menjabat jabatan tersebut.
4)
Penilaian
Prestasi Kerja (performance appraisal)
Penilaian prestasi kerja merupakan upaya untuk
membandingkan prestasi aktual pegawai dengan prestasi kerja yang diharapkan
darinya. Untuk menentukan apakah suatu pekerjaan bisa dikerjakan/diselesaikan
dengan baik, maka uraian pekerjaan akan sangat membantu dalam penentuan sasaran
pekerjaannya.
5)
Latihan (training)
Informasi analisa jabatan digunakan untuk merangsang
program latihan & pengembangan. Uraian pekerjaan, perlengkapan dan jenis
ketrampilan pekerja dijadikan sebagai alat bantu dalam pengembangan
program-program latihan.
6)
Promosi
dan Pemindahan
Informasi
analisa jabatan akan digunakan untuk membantu dalam menentukan promosi ataupun
pemindahan karyawan/tenaga-kerja.
7)
Organisasi
Informasi
jabatan yang diperoleh dari analisa jabatan seringkali memberikan petunjuk
bahwa organisasi yang ada perlu untuk diperbaiki.
8)
Pemerkayaan
Pekerjaan ( job enrichment)
Informasi
analisa jabatan dapat digunakan untuk memperkaya pekerjaan pada suatu jabatan
tertentu.
9)
Penyederhanaan
Pekerjaan (work simplification)
Informasi
analisa jabatan digunakan juga untuk penyederhanaan/spesialisasi pekerjaan
dikarenakan adanya perkembangan perusahaan dan spesifikasi yang mendalam.
Akibatnya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu jabatan semakin
terspesialisasi.
10) Penempatan (placement)
Informasi
analisa jabatan digunakan untuk menempatkan para tenaga-kerja pada
pekerjaan-pekerjaan yang yang sesuai dengan ketrampilannya agar mereka dapat
bekerja secara efektif.
11) Peramalan dan Perekrutan
Informasi
analisa jabatan digunakan untuk peramalan dan perekrutan tenaga kerja yang akan
dibutuhkan perusahaan.
12) Orientasi
dan Induksi
Informasi
analisa jabatan digunakan untuk orientasi dan induksi bagi tenaga-kerja baru
mengenai sejarah perusahaan, hak & kewajibannya, menginduksi, dll.
C. Uraian Pekerjaan (job description)
Uraian pekerjaan (job description)
dan uraian jabatan (job position) diketahui serta disusun berdasarkan informasi
yang telah dihasilkan oleh analisa jabatan/analisa pekerjaan. Uraian pekerjaan
biasanya digunakan untuk tenaga-kerja operasional, sedangkan uraian jabatan
digunakan untuk tenaga-kerja manajerial. Uraian pekerjaan/jabatan ini harus
ditetapkan secara jelas untuk setiap jabatan, agar pejabat tersebut dapat
mengetahui tugas dan tanggung-jawab yang harus dilakukannya. Uraian pekerjaan
akan memberikan ketegasan dan standar tugas yang harus dicapai oleh seorang
pejabat yang menjabat jabatan tersebut.
Uraian pekerjaan ini menjadi dasar
untuk menetapkan spesifikasi pekerjaan dan evaluasi pekerjaan bagi pejabat yang
menjabat jabatan itu. Uraian pekerjaan yang kurang jelas akan mengakibatkan
seorang pejabat kurang mengetahui tugas dan tanggung-jawabnya pada jabatan
tersebut. Hal ini mengakibatkan pekerjaan menjadi tidak beres dan bahkan
pejabat yang bersangkutan akan menjadi overacting. Disinilah letak pentingnya
peranan uraian pekerjaan dalam setiap organisasi/perusahaan.
1.
Pengertian Uraian Pekerjaan
Uraian pekerjaan adalah informasi
tertulis yang menguraikan tugas dan tanggung jawab, kondisi pekerjaan, hubungan
pekerjaan, dan aspek-aspek pekerjaan pada suatu jabatan tertentu dalam
organisasi.
Uraian
pekerjaan harus jelas dan persepsinya juga harus mudah untuk dipahami, serta
menguraikan hal-hal sebagai berikut:
Ø
Identifikasi pekerjaan atau jabatan
yakni memberikan nama jabatannya, seperti; rektor, dekan, dosen, kabag
administrasi, dll.
Ø
Hubungan tugas dan tanggung-jawab, yakni
perincian tugas dan tanggung-jawab secara nyata yang diuraikan secara terpisah,
agar dapat dengan jelas untuk diketahui. Rumusan hubungan hendaknya menunjukkan
hubungan antara pejabat dengan orang lain baik di dalam maupun di luar
organisasi.
Ø
Standar wewenang dan pekerjaan yakni
kewenangan dan prestasi yang harus dicapai oleh setiap pejabat tersebut harus
jelas.
Ø
Syarat kerja harus diuraikan dengan
jelas seperti alat-alat, mesin-mesin, dan bahan baku yang akan dipergunakan
untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Ø
Ringkasan pekerjaan atau jabatan,
yaitu hendaknya menguraikan bentuk umum pekerjaan dengan hanya mencantumkan
fungsi-fungsi dan aktivitas utamanya.
Ø
Penjelasan tentang jabatan dibawah
dan diatasnya, yaitu harus dijelaskan jabatan darimana si petugas dipromosikan
dan ke jabatan mana si petugas akan dipromosikan.
Jadi kesimpulannya adalah bahwa
uraian pekerjaan haruslah diuraikan secara jelas agar pejabat yang akan
menjabat jabatan tersebut dapat mengetahui tugas dan tanggung-jawab serta
standar prestasi yang harus dicapainya. Uraian pekerjaan harus menjadi dasar
untuk menetapkan spesifikasi pekerjaan agar pengisian jabatan yang didasarkan
pada prinsip apa dan kemudian siapa tidak menimbulkan terjadinya mismanajemen.
2.
Spesifikasi
Pekerjaan (job specification)
Spesifikasi pekerjaan (job
specification) ini disusun berdasarkan uraian pekerjaan dengan menjawab
pertanyaan “apa ciri, karakteristik, pendidikan, pengalaman dari orang yang
akan melaksanakan pekerjaan tersebut baik”. Spesifikasi pekerjaan menunjukkan
persyaratan orang yang akan direkrut dan menjadi dasar untuk melakukan seleksi.
Spesifikasi
pekerjaan adalah uraian persyaratan kualitas minimum orang yang bisa diterima
agar dapat menjalankan satu jabatan dengan baik & kompeten. Pada umumnya
spesifikasi jabatan memuat ringkasan pekerjaan yang jelas dan kualitas yang dibutuhkan dari pemangku jabatan itu.
Spesifikasi
pekerjaan memberikan uraian informasi mengenai: pendidikan pekerja, jenis
kelamin pekerja, keadaan fisik pekerja, pengetahuan dan kecakapan pekerja,
batas umur pekerja, menikah atau belum, minat pekerja, emosi dan tempramen
pekerja, pengalaman pekerja.
Spesifikasi
pekerjaan bagi setiap perusahaan tidak sama, karena spesifikasi ini pada
dasarnya disusun dari uraian pekerjaan. Dan uraian pekerjaan dari tiap-tiap
perusahaan juga tidak sama pula. Misalnya ada perusahaan yang membutuhkan
tenaga kerja dengan melihat dari tinggi badan, kecantikan, kesehatan, fisik dan
lain-lain
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pengadaan karyawan sangat penting
bagi perusahaan, karena dengan adanya pengadaan karyawan maka posisi pekerjaan
yang kosong akan terisi oleh karyawan baru, sehingga akan membantu berjalannya
pekerjaan dalam perusahaan.
Analisis
pekerjaan adalah suatu aktivitas untuk mengkaji,
mempelajari, mengumpulkan, mencatat dan menganalisis ruang lingkup suatu
pekerjaaan secara sistematis dan sistemik (Sastrohadiwiryo, 2002 :127).
Uraian pekerjaan adalah informasi
tertulis yang menguraikan tugas dan tanggung jawab, kondisi pekerjaan, hubungan
pekerjaan, dan aspek-aspek pekerjaan pada suatu jabatan tertentu dalam
organisasi.
B.
Saran
Semoga makalah ini bermanfaat bagi
para pembaca, meskipun dalam makalah ini masih banyak kekurangannya dan untuk
itu kami menerima segala kritik dan saran dari para pembaca makalah ini, demi
kesempurnaan karya tulis yang berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Flippo,
Edwin, B.1994. Manajemen Personalia : Edisi keenam,jilid 1. Jakarta : Erlangga
Sastrohadiwiryo,
B.Siswanto.2002. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia : Pendekatan Administratif
dan Operasional. Jakarta : Bumi Aksara.
Siagian,Sondang
P. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.
